Sabtu, 23 November 2013

ketika kau mengkhitbahku



“ketika kau mengkhitbahku”
Di pagi hari yang cerah ini, suasana rumahku telah ramai. Karena hari ini hari yang sangat spesial bagiku dan keluargaku. Banyak saudara dan kerabat dekat yang datang untuk menjadi saksi dalam acara ini. Yah acra yang sangat aku tunggu-tunggu, acara lamaran untukku. Pukul 10.00 wib nanti dia akan datang dengan keluarga besarnya. Aku sangat deg-degan, tetapi ibuku dan kakakku yang juga telah menikah, menenangkanku. Padahal baru saja lamaran, tapi aku telah sangat senang, karena memang hari ini adalah hari yang telah ku nanti-nanti beberapa tahun silam. Hmm, ceritanya lumayan lucu untuk diceritakan. Begini ceritanya, jadi sewaktu aku SMA aku prnah bermimpi.
Mimpi itu termasuk mimpi yang aneh bagiku. Beberapa tahun yang lalu ketika aku SMA kelas 2 ketika aku berumur  16 tahun, aku mengenal seorang teman laki-laki dari pertemuan disebuah acara sekolah. Aku di sana diminta untuk mengisi nasyid, dan dia mengisi acara pembukaan dengan membaca tilawatil Qur’an. Awalnya kami memang tidak bertemu di acara tersebut, diapun tak mengenalku dan begitupun sebaiknya. Aku hanya mengetahui suaranya, suara saat dia melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Dari sinilah aku mulai mengetahui tentang dirinya. Aku sangat terharu ketika dia melantunkan ayat-ayat suci  Al-Qur’an, begitu indah dan merdunya tak pernah ku dengar sebelumnya seseorang yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan sangat indahnya.
Setelah hari itu berlalu aku pun penasaran dengan sosoknya. Dan aku pun teringat bahwa ada salah satu teman smp ku yang juga murid sekolah itu. Kemudian aku pun bertanya tentang sosoknya, dan ternyata temanku itu mengenalnya bahkan satu kelas dengannya. Sungguh tak kusangka dengan mudahnya aku mengetahui informasi tentang dirinya. Dan yang membuatku semakin terenyuh ketika temanku itu berkata bahwa dia seorang hafiz. Sungguh aku benar-benar tak menyangka pada zaman seperti ini masih ada lelaki yang mau menghafal Al-Qur’an, aku benar-benar takjub dengan sosoknya. Dia seperti ayahku, aku sangat mengidolakan ayahku, maka dari itu aku sangat menyukai sosoknya.
Kemudian setelah aku mengetahui informasi tentang dirinya, aku pun mengenalnya melalui dunia maya, ya walau hanya mengenalnya di dunia maya tapi aku sangat senang. Kami lumayan sering mengobrol, walau terkadang aku pun bingung dalam pembahasan obrolan kami yang anenh itu. Dan pada suatu ketika, dia sedang membantu menjualkan buku-buku baru terbitan tempat dia magang. Dan akupun tertarik membeli bukunya, tentu saja bukan karena dia yang menjual, melainkan karena cover bukunya yang berwarna biru. Dari sinilah awal mula pertemuan kami yang sesungguhnya.
Dan akhirnya pun kami menentukan hari pertemuan, pada hari aku pun janjian untuk bertemu dengannya.
Dia : “fiya ya?”
Aku : “(sambil berbalik badan dan rasa deg-degan yang luar biasa) iya.”
Dia : “ini bukunya, 31 juta ya hehhehhe (sambil memberikan bukunya)”
Aku : “hmm, oke oke (dengan gaya saltingku)”
Dia : “wah kembali gk nih?”
Aku : “gk usah gpp.”
Dia : “oh oke deh. Mau langsung pulang?”
Aku : “iya nih, makasih ya.”
Dia : “iya sama-sama ya.”
Aku : “hey, ..”
Dia : “iya (sambil menoleh ke arahku)”
Aku : “makasih ya (sambil tersenyum kepadanya)”
Dia : “iya sama-sama”

Dan aku pun baru sadar bahwa di tempat aku bertemu dengannya, ada satpam-satpam yang mengenaliku. Aku langsung syok dan langsung menuju parkiran dengan harapan kejadian tadi tidak dibeitahukan kepada ayahku. Sebenrnya sih jika ayahku mengetahuipun aku bisa menjelaskan, tapi aku takut saja jika ditanya yang macam-macam.
Setelah pertemuan pertamaku itu aku kira tak akan ada pertemuan yang lainnya, tapi tternyata kehendakNya berbeda, aku kembali dipertemukan dalam acara-acara yang lainnya. Lumyan sering aku dan dia ada di dalam acara yang sama, dan hal itupun membuatku senang sekali. Entah apa yang terjadi setelah bertemu dengannya kami pun sering smsan, dan dia pun sering kali mengirimkan kata-kata motivasi yang membuatku lebih bersemangat. Dan dari sinilah akupun mulai senang dengan semua kejadian yang terjadi, setiap kejadian memberikan makna dan kesenangannya tersendiri.
Dan pada suatu malam aku sedang tidur, aku bermimpi di lamar oleh dia. Di acara lamaran itu ada orangtuaku, guruku dan saudara-saudaraku. Dia mangatakan bahwa dia siap, dan berjanji pada ayahku akan  menjagaku, dan kemudian ayahku pun mengijinkannya. Keesokkan harinya aku dan dia pergi bersama menaiki angkutan umum, dan kami berpisah setelah dia sampai di tempat kerjanya, aku pun melanjutkan perjalananku menuju temapt kerjaku. Namun belum sampai aku ke tempat kerjaku akupun tiba-tiba pingsan. Aku sadar ketika aku telah terbaring di rumah sakit. Dan saat aku pingsan temanku menghubungi dia, dan dia pun langsung menuju rumah sakit. Saat aku sadar dia pun telah ada di rumah sakit, dia menanyakan keadaanku.
Dia : “kamu kenapa?”
Aku : “gk papa kok, Cuma kecapean aja.”
Dia : “yang bener gak papa?”
Aku : “iya gk papa.”

Dan seketika pun aku terbangun dari mimpiku karena hari sudah pagi. Dan aku pun seketika kesal karena mimpi itu terhenti. Dan setelah mimpi itu aku seperti memiliki harapan dari dirinya, tapi akupun tak ingin terlalu berharap. Dan pada akhirnya mimpi itu menjadi nyata, yah menjadi nyata hari ini mimpi itu terjadi.

2 komentar: