“ketika kau mengkhitbahku”
Di pagi hari yang
cerah ini, suasana rumahku telah ramai. Karena hari ini hari yang sangat
spesial bagiku dan keluargaku. Banyak saudara dan kerabat dekat yang datang
untuk menjadi saksi dalam acara ini. Yah acra yang sangat aku tunggu-tunggu,
acara lamaran untukku. Pukul 10.00 wib nanti dia akan datang dengan keluarga
besarnya. Aku sangat deg-degan, tetapi ibuku dan kakakku yang juga telah
menikah, menenangkanku. Padahal baru saja lamaran, tapi aku telah sangat
senang, karena memang hari ini adalah hari yang telah ku nanti-nanti beberapa
tahun silam. Hmm, ceritanya lumayan lucu untuk diceritakan. Begini ceritanya,
jadi sewaktu aku SMA aku prnah bermimpi.
Mimpi itu termasuk
mimpi yang aneh bagiku. Beberapa tahun yang lalu ketika aku SMA kelas 2 ketika
aku berumur 16 tahun, aku mengenal
seorang teman laki-laki dari pertemuan disebuah acara sekolah. Aku di sana
diminta untuk mengisi nasyid, dan dia mengisi acara pembukaan dengan membaca
tilawatil Qur’an. Awalnya kami memang tidak bertemu di acara tersebut, diapun
tak mengenalku dan begitupun sebaiknya. Aku hanya mengetahui suaranya, suara
saat dia melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Dari sinilah aku mulai mengetahui
tentang dirinya. Aku sangat terharu ketika dia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, begitu indah dan merdunya tak
pernah ku dengar sebelumnya seseorang yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an
dengan sangat indahnya.
Setelah hari itu
berlalu aku pun penasaran dengan sosoknya. Dan aku pun teringat bahwa ada salah
satu teman smp ku yang juga murid sekolah itu. Kemudian aku pun bertanya
tentang sosoknya, dan ternyata temanku itu mengenalnya bahkan satu kelas
dengannya. Sungguh tak kusangka dengan mudahnya aku mengetahui informasi
tentang dirinya. Dan yang membuatku semakin terenyuh ketika temanku itu berkata
bahwa dia seorang hafiz. Sungguh aku benar-benar tak menyangka pada zaman
seperti ini masih ada lelaki yang mau menghafal Al-Qur’an, aku benar-benar
takjub dengan sosoknya. Dia seperti ayahku, aku sangat mengidolakan ayahku,
maka dari itu aku sangat menyukai sosoknya.
Kemudian setelah
aku mengetahui informasi tentang dirinya, aku pun mengenalnya melalui dunia
maya, ya walau hanya mengenalnya di dunia maya tapi aku sangat senang. Kami
lumayan sering mengobrol, walau terkadang aku pun bingung dalam pembahasan
obrolan kami yang anenh itu. Dan pada suatu ketika, dia sedang membantu
menjualkan buku-buku baru terbitan tempat dia magang. Dan akupun tertarik
membeli bukunya, tentu saja bukan karena dia yang menjual, melainkan karena
cover bukunya yang berwarna biru. Dari sinilah awal mula pertemuan kami yang
sesungguhnya.
Dan akhirnya pun
kami menentukan hari pertemuan, pada hari aku pun janjian untuk bertemu dengannya.
Dia : “fiya ya?”
Aku : “(sambil
berbalik badan dan rasa deg-degan yang luar biasa) iya.”
Dia : “ini bukunya,
31 juta ya hehhehhe (sambil memberikan bukunya)”
Aku : “hmm, oke oke
(dengan gaya saltingku)”
Dia : “wah kembali
gk nih?”
Aku : “gk usah
gpp.”
Dia : “oh oke deh.
Mau langsung pulang?”
Aku : “iya nih, makasih
ya.”
Dia : “iya
sama-sama ya.”
Aku : “hey, ..”
Dia : “iya (sambil
menoleh ke arahku)”
Aku : “makasih ya
(sambil tersenyum kepadanya)”
Dia : “iya
sama-sama”
Dan aku pun baru
sadar bahwa di tempat aku bertemu dengannya, ada satpam-satpam yang mengenaliku.
Aku langsung syok dan langsung menuju parkiran dengan harapan kejadian tadi tidak
dibeitahukan kepada ayahku. Sebenrnya sih jika ayahku mengetahuipun aku bisa
menjelaskan, tapi aku takut saja jika ditanya yang macam-macam.
Setelah pertemuan
pertamaku itu aku kira tak akan ada pertemuan yang lainnya, tapi tternyata
kehendakNya berbeda, aku kembali dipertemukan dalam acara-acara yang lainnya.
Lumyan sering aku dan dia ada di dalam acara yang sama, dan hal itupun
membuatku senang sekali. Entah apa yang terjadi setelah bertemu dengannya kami
pun sering smsan, dan dia pun sering kali mengirimkan kata-kata motivasi yang
membuatku lebih bersemangat. Dan dari sinilah akupun mulai senang dengan semua
kejadian yang terjadi, setiap kejadian memberikan makna dan kesenangannya
tersendiri.
Dan pada suatu
malam aku sedang tidur, aku bermimpi di lamar oleh dia. Di acara lamaran itu
ada orangtuaku, guruku dan saudara-saudaraku. Dia mangatakan bahwa dia siap,
dan berjanji pada ayahku akan menjagaku,
dan kemudian ayahku pun mengijinkannya. Keesokkan harinya aku dan dia pergi
bersama menaiki angkutan umum, dan kami berpisah setelah dia sampai di tempat
kerjanya, aku pun melanjutkan perjalananku menuju temapt kerjaku. Namun belum
sampai aku ke tempat kerjaku akupun tiba-tiba pingsan. Aku sadar ketika aku
telah terbaring di rumah sakit. Dan saat aku pingsan temanku menghubungi dia,
dan dia pun langsung menuju rumah sakit. Saat aku sadar dia pun telah ada di
rumah sakit, dia menanyakan keadaanku.
Dia : “kamu
kenapa?”
Aku : “gk papa kok,
Cuma kecapean aja.”
Dia : “yang bener
gak papa?”
Aku : “iya gk
papa.”
Dan seketika pun
aku terbangun dari mimpiku karena hari sudah pagi. Dan aku pun seketika kesal
karena mimpi itu terhenti. Dan setelah mimpi itu aku seperti memiliki harapan
dari dirinya, tapi akupun tak ingin terlalu berharap. Dan pada akhirnya mimpi
itu menjadi nyata, yah menjadi nyata hari ini mimpi itu terjadi.
tukar link appit-blog.blogspot.com
BalasHapusmaksudnya?
BalasHapus