Kamis, 28 November 2013

kisahku



Pokoknya seru seru abis hari ini :)

Jum’at, 8 april 2011...
Dipagi hari yang cerah ini aku berangkat ke sekolah untuk melakukan aktivitas belajar seperti biasa, dan seperti biasa pula aku berangkat dengan ayahku mengendarai sepeda motor. Sesampainya aku di sekolah aku langsung berjalan menuju ruang kelasku dan tak lupa aku pamit kepada ayahku. Yap... seperti biasa aku datang ruang kelasku pun masih terasa sepi karena baru beberapa orang yang datang. Bel masuk pun berbunyi dan siswa siswi yang baru datang segera lari memasuki ruang kelas agar tidak terkena hukuman oleh para guru yang berjaga di depan pagar. Kami pun memulai kegiatan belajar mengajar dengan membaca do’a dan alma’tsurat. Setengah jam pun berlalu saatnya memulai pelajaran.
Kemudian teman ku yang baru saja dari ruang guru memberi tahu bahwa setiap kelas harus mewakili 2 orang untuk menghadap ke Kaprog sekarang, akhirnya aku dan temanku yang bernama elfa menghadap ke bu ovi selaku kaprog akuntansi..
Dan ternyata kami berdua dan 2 orang teman kami dari kelas akuntansi 1 diminta untuk menjaga stand sekolah pada sebuah acara yang diadakan oleh sekolah lain.
Kami berempat menjaga stand hasil kerajinan  tangan kakak kelas pada tugas kewirausahaan. Berbagai macam bentuk dan keunikan tersendiri, ada yang model sepatu, kipas, dan masih banyak lagi. Banyak orang yang mampir ke stand kami namun tak satu pun yang membelinya karena kami memang hanya ingin memperlihatkan hasil kerajinan tangan dari siswa/i sekolah kami.
Setelah lama kami berjaga perut kami pun terasa lapar, akhirnya aku dan teman ku elfa pergi membeli makan untuk kami berempat. Kemudian jam istirahat sholat pun berbunyi para siswa langsung berlari menuju masjid untuk melaksanakan sholat jum’at. Saat kami berempat sedang asyik mengobrol, kemudian ada anak dari siswa sekolah lain. Kemudian kami berkenalan, dia bernama rina ternyata dia berumur satu tahun lebih muda daripada kami berempat. Lalu kami berbincang bincang dengan rina. Ternyata dia orang yang sangat asik, dan memiliki banyak kesamaan dan kesukaan dengan aku.
Aku dan rina membicarakan tentang hal-hal yang kami sukai seperti drama korea dan yang lainnya,   dan ternyata kami pun mengikuti kegiatan yang sama  yaitu karate. Setelah lama berbincang ternyata ada salah satu kakak kelas rina yang kebetulan kenal dengan 2 temanku yaitu elfa dan imah, yang memperhatikan perbincangan kami dan berkata
Dia : “wah serunya…….”
Elfa : “eh kamu, yaudah ayo sini ikutan seru-seruan bareng”
Kemudian dia hanya menoleh dan melemparkan senyumannya.
Aku yang hanya melihat tak berani untuk berkomentar, karena sbenarnya pun aku dan dia saling mengenal dan kami hanya saling mencuri-curi pandang sambil melemparkan senyum masing-masing. Yah, memang tak sengaja aku mengenalnya. Aku mengenalnya sewaktu dia mengisi tilawah perpisahan sekolahnya. Walau saat itu aku hanya mendengar suaranya tak tau rupa dan wajahnya seperti apa, tapi aku senang bias mendengar suaranya saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kemudian aku mengenalnya dari teman smp ku yang ternyata satu kelas dengannya, aku mengenalnya melalui jejaringan social, dan saat itu dia sedang magang di salah satu perusahaan penrbitan. Kemudian saat sedang ada buku terbaru dari penerbitan itu dia mengupdatenya lewa jejaringan social itu, aku yang tak sengaja melihatnya akupun tertarik untuk membelinya. Dan dari sinilah awal pertemuan kami, dari sebuah buku.

Sabtu, 23 November 2013

ketika kau mengkhitbahku



“ketika kau mengkhitbahku”
Di pagi hari yang cerah ini, suasana rumahku telah ramai. Karena hari ini hari yang sangat spesial bagiku dan keluargaku. Banyak saudara dan kerabat dekat yang datang untuk menjadi saksi dalam acara ini. Yah acra yang sangat aku tunggu-tunggu, acara lamaran untukku. Pukul 10.00 wib nanti dia akan datang dengan keluarga besarnya. Aku sangat deg-degan, tetapi ibuku dan kakakku yang juga telah menikah, menenangkanku. Padahal baru saja lamaran, tapi aku telah sangat senang, karena memang hari ini adalah hari yang telah ku nanti-nanti beberapa tahun silam. Hmm, ceritanya lumayan lucu untuk diceritakan. Begini ceritanya, jadi sewaktu aku SMA aku prnah bermimpi.
Mimpi itu termasuk mimpi yang aneh bagiku. Beberapa tahun yang lalu ketika aku SMA kelas 2 ketika aku berumur  16 tahun, aku mengenal seorang teman laki-laki dari pertemuan disebuah acara sekolah. Aku di sana diminta untuk mengisi nasyid, dan dia mengisi acara pembukaan dengan membaca tilawatil Qur’an. Awalnya kami memang tidak bertemu di acara tersebut, diapun tak mengenalku dan begitupun sebaiknya. Aku hanya mengetahui suaranya, suara saat dia melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Dari sinilah aku mulai mengetahui tentang dirinya. Aku sangat terharu ketika dia melantunkan ayat-ayat suci  Al-Qur’an, begitu indah dan merdunya tak pernah ku dengar sebelumnya seseorang yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan sangat indahnya.
Setelah hari itu berlalu aku pun penasaran dengan sosoknya. Dan aku pun teringat bahwa ada salah satu teman smp ku yang juga murid sekolah itu. Kemudian aku pun bertanya tentang sosoknya, dan ternyata temanku itu mengenalnya bahkan satu kelas dengannya. Sungguh tak kusangka dengan mudahnya aku mengetahui informasi tentang dirinya. Dan yang membuatku semakin terenyuh ketika temanku itu berkata bahwa dia seorang hafiz. Sungguh aku benar-benar tak menyangka pada zaman seperti ini masih ada lelaki yang mau menghafal Al-Qur’an, aku benar-benar takjub dengan sosoknya. Dia seperti ayahku, aku sangat mengidolakan ayahku, maka dari itu aku sangat menyukai sosoknya.
Kemudian setelah aku mengetahui informasi tentang dirinya, aku pun mengenalnya melalui dunia maya, ya walau hanya mengenalnya di dunia maya tapi aku sangat senang. Kami lumayan sering mengobrol, walau terkadang aku pun bingung dalam pembahasan obrolan kami yang anenh itu. Dan pada suatu ketika, dia sedang membantu menjualkan buku-buku baru terbitan tempat dia magang. Dan akupun tertarik membeli bukunya, tentu saja bukan karena dia yang menjual, melainkan karena cover bukunya yang berwarna biru. Dari sinilah awal mula pertemuan kami yang sesungguhnya.
Dan akhirnya pun kami menentukan hari pertemuan, pada hari aku pun janjian untuk bertemu dengannya.
Dia : “fiya ya?”
Aku : “(sambil berbalik badan dan rasa deg-degan yang luar biasa) iya.”
Dia : “ini bukunya, 31 juta ya hehhehhe (sambil memberikan bukunya)”
Aku : “hmm, oke oke (dengan gaya saltingku)”
Dia : “wah kembali gk nih?”
Aku : “gk usah gpp.”
Dia : “oh oke deh. Mau langsung pulang?”
Aku : “iya nih, makasih ya.”
Dia : “iya sama-sama ya.”
Aku : “hey, ..”
Dia : “iya (sambil menoleh ke arahku)”
Aku : “makasih ya (sambil tersenyum kepadanya)”
Dia : “iya sama-sama”

Dan aku pun baru sadar bahwa di tempat aku bertemu dengannya, ada satpam-satpam yang mengenaliku. Aku langsung syok dan langsung menuju parkiran dengan harapan kejadian tadi tidak dibeitahukan kepada ayahku. Sebenrnya sih jika ayahku mengetahuipun aku bisa menjelaskan, tapi aku takut saja jika ditanya yang macam-macam.
Setelah pertemuan pertamaku itu aku kira tak akan ada pertemuan yang lainnya, tapi tternyata kehendakNya berbeda, aku kembali dipertemukan dalam acara-acara yang lainnya. Lumyan sering aku dan dia ada di dalam acara yang sama, dan hal itupun membuatku senang sekali. Entah apa yang terjadi setelah bertemu dengannya kami pun sering smsan, dan dia pun sering kali mengirimkan kata-kata motivasi yang membuatku lebih bersemangat. Dan dari sinilah akupun mulai senang dengan semua kejadian yang terjadi, setiap kejadian memberikan makna dan kesenangannya tersendiri.
Dan pada suatu malam aku sedang tidur, aku bermimpi di lamar oleh dia. Di acara lamaran itu ada orangtuaku, guruku dan saudara-saudaraku. Dia mangatakan bahwa dia siap, dan berjanji pada ayahku akan  menjagaku, dan kemudian ayahku pun mengijinkannya. Keesokkan harinya aku dan dia pergi bersama menaiki angkutan umum, dan kami berpisah setelah dia sampai di tempat kerjanya, aku pun melanjutkan perjalananku menuju temapt kerjaku. Namun belum sampai aku ke tempat kerjaku akupun tiba-tiba pingsan. Aku sadar ketika aku telah terbaring di rumah sakit. Dan saat aku pingsan temanku menghubungi dia, dan dia pun langsung menuju rumah sakit. Saat aku sadar dia pun telah ada di rumah sakit, dia menanyakan keadaanku.
Dia : “kamu kenapa?”
Aku : “gk papa kok, Cuma kecapean aja.”
Dia : “yang bener gak papa?”
Aku : “iya gk papa.”

Dan seketika pun aku terbangun dari mimpiku karena hari sudah pagi. Dan aku pun seketika kesal karena mimpi itu terhenti. Dan setelah mimpi itu aku seperti memiliki harapan dari dirinya, tapi akupun tak ingin terlalu berharap. Dan pada akhirnya mimpi itu menjadi nyata, yah menjadi nyata hari ini mimpi itu terjadi.